Jumat, 06 Desember 2013

KEAMANAN DATA MULTIMEDIA



Berkaitan dengan jaringan multimedia, maka dibutuhkan sebuah keamanan data selama berkirim melalui jaringan.
Metode yang digunakan ada 2, dan satu metode tambahan yang merupakan bagian dari metode kedua
1. KRIPTOGRAFI.
Secara singkat dapat diartikan sebagai :
  • Mengacak data
  • Mengubah susunan huruf (transposition)
  • Menggantikan huruf dengan huruf atau kode lainnya (substitution)
Proses kriptografi dibagi menjadi 2
Enkripsi (proses pengubahan data yang akan dikirim menjadi suatu bentuk yang tidak dapat dipahami orang lain dengan algpritma tertentu).
Dekripsi (proses pengubahan kembali data yang telah di enkripsi agar dapat terbaca oleh penerima)
Berdasarkan jenis kunci algoritma kriptografi dibagi menjadi 2 jenis. Yaitu :
Algoritma simetris(kunci untuk proses enkripsi dan dekripsi sama)
Blok Chiper : DES, IDEA, AES
Stream Chiper : OTP, A5 dan RC4
Algoritma asimetris(kunci untuk proses enkripsi dan dekripsi beda)
Contoh algoritma : RSA, DSA, ElGamal

2. STEGANOGRAFI
Steganografi adalah suatu teknik untuk menyembunyikan informasi yang bersifat pribadi dengan sesuatu yang hasilnya akan tampak seperti informasi normal lainnya. Media yang digunakan umumnya merupakan suatu media yang berbeda dengan media pembawa informasi rahasia, dimana disinilah fungsi dari teknik steganography yaitu sebagai teknik penyamaran menggunakan media lain yang berbeda sehingga informasi rahasia dalam media awal tidak terlihat secara jelas
Steganography juga berbeda dengan cryptography yaitu terletak pada hasil keluarannya. Hasil dari cryptography biasanya berupa data yang berbeda dari bentuk aslinya dan biasanya datanya seolah-olah berantakan namun dapat dikembalikan ke data semula. Sedangkan hasil dari keluaran steganography memiliki bentuk yang sama dengan data aslinya. Selain itu pada steganography keberadaan informasi yang disembunyikan tidak terlihat/diketahui dan terjadi penyampulan tulisan (covered writing). Sedangkan pada cryptography informasi dikodekan dengan enkripsi atau teknik pengkodean dan informasi diketahui keberadaanya tetapi tidak dimengerti maksudnya. Namun secara umum steganography dan cryptography mempunyai tujuan yang sama yakni mengamankan data, bagaimana supaya data tidak dapat dibaca, dimengerti atau diketahui secara langsung.
Steganography memanfaatkan kekurangan - kekurangan indra manusia seperti mata dan telinga. Media cover merupakan data digital yang akan ditempeli dengan data yang akan disembunyikan atau sering disebut dengan stego medium. Berbagai media yang dapat digunakan sebagai cover dari data atau informasi yang akan disembunyikan dengan berbagai teknik steganography. Media yang dimaksudkan adalah media dalam bentuk file digital dengan berbagai format, antara lain :Images (bmp, gif, jpeg, tif, dll), Audio (wav, Mp3, dll), Video, Teks. 

Kegunaan Steganografi                                  
Steganografi dapat digunakan untuk berbagai macam alasan, beberapa diantaranya untuk alasan yang baik, namun dapat juga untuk alasan yang tidak baik. Untuk tujuan legitimasi dapat digunakan pengamanan seperti citra dengan watermarking dengan alasan untuk perlindungan copyright. Digital watermark (yang juga dikenal dengan fingerprinting, yang dikhususkan untuk hal-hal menyangkut copyright) sangat mirip dengan steganografi karena menggunakan metode penyembunyian dalam arsip, yang muncul sebagai bagian asli dari arsip tersebut dan tidak mudah dideteksi oleh kebanyakan orang.
Steganografi juga dapat digunakan sebagai cara untuk membuat pengganti suatu nilai hash satu arah (yaitu pengguna mengambil suatu masukan panjang variabel dan membuat sebuah keluaran panjang statis dengan tipe string untuk melakukan verifikasi bahwa tidak ada perubahan yang dibuat pada variabel masukan yang asli). Selain itu juga, steganografi dapat digunakan sebagai tag-notes untuk citra online.
Steganografi juga dapat digunakan untuk melakukan perawatan atas kerahasiaan informasi yang berharga, untuk menjaga data tersebut dari kemungkinan sabotasi, pencuri atau dari pihak yang tidak berwenang.


Teknik Steganografi 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjVSCtI5z2Oj71hVYuhrZEooyra_z5frnUwWt3T1GFwwsANspf31TU8CALhKPq4JzRHw6C9PZG5mTmmkRck45RoEkSi9BDSSjS9rN-btviNjnuCLCT2XyNc86hQZsfvCoOp6cZu-8TdXW8/s320/j.jpg
Gambar 1 Model sistem steganografi
Tujuan dari teknik-teknik steganografi adalah menyembunyikan keberadaan pesan. Teknik watermarking, merupakan bagian dari steganografi yang ditujukan untuk perlindungan hak cipta, tidak hanya dimaksudkan untuk menyembunyikan keberadaan pesan atau informasi, tapi lebih diarahkan untuk menjamin informasi dapat selamat dari beragam serangan yang dimaksudkan untuk menghancurkan watermark.
Tujuan lainnya adalah membuat informasi yang disisipkan tidak dapat dibedakan dengan derau-derau acak lain yang ada dalam gambar. Secara umum, gambar yang memiliki lebih banyak detail akan memiliki lebih banyak derau. Contohnya, gambar langit biru yang bersih memiliki derau yang lebih sedikit dibandingkan dengan gambar stadion bola yang dipenuhi penonton. Untuk meningkatkan pengamanan, penggunaan steganografi dikombinasikan dengan kriptografi. Pesan yang akan disisipkan dienkripsi terlebih dahulu menggunakan metode kriptografi tertentu. Dalam menyisipkan informasi, ada beberapa faktor yang saling berkompetisi satu sama lain. 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgpVz84BEwriSflFlG1TSkoeNIENoIQetRZu7Umc4RSiXucXg1hD6pg1oO37ZHBWXauCBGTMefrX-gfQ09Vr5A1ZqYg51UINKwiF3UDlmDI1AEepV_c_m7Hw4jm07demavn12v3Fh4SyeU/s1600/h.jpg
Gambar 2 menunjukkan tiga faktor yang saling berkompetisi ini: capacity, undetecability, dan robustness. 

Penyisipan informasi dengan jumlah yang lebih banyak dapat saja mengubah cover-object sehingga keberadaan informasi dapat dengan mudah dideteksi. Anti-deteksi adalah kemampuan untuk menghindari deteksi. Kekokohan adalah ukuran ketahanan teknik steganografi dalam menghadapi berbagai macam manipulasi terhadap medium.
a. Terminologi dalam Steganografi
Terdapat beberapa istilah yang berkaitan dengan steganografi.
a. Hiddentext atau embedded message.
pesan atau informasi yang disembunyikan.
b. Covertext atau cover-object.
pesan yang digunakan untuk menyembunyikan embedded message.
c. Stegotext atau stego-object.
pesan yang sudah berisi embedded message. Dalam steganografi digital, baik hiddentex atau covertext dapat berupa teks, audio, gambar, maupun video.
b. Dalam menyembunyikan pesan, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi.
a. Impercepbility.
Keberadaan pesan tidak dapat dipersepsi oleh indrawi. Jika pesan disisipkan ke dalam sebuah citra, citra yang telah disisipi pesan harus tidak dapat dibedakan dengan citra asli oleh mata. Begitu pula dengan suara, telinga haruslah mendapati perbedaan antara suara asli dan suara yang telah disisipi pesan.
b. Fidelity.
Mutu media penampung tidak berubah banyak akibat penyisipan. Perubahan yang terjadi harus tidak dapat dipersepsi oleh indrawi.
c. Recovery.
Pesan yang disembunyikan harus dapat diungkap kembali. Tujuan steganografi adalah menyembunyikan informasi, maka sewaktu-waktu informasi yang disembunyikan ini harus dapat diambil kembali untuk dapat digunakan lebih lanjut sesuai keperluan
Beberapa istilah yang sering digunakan dalam teknik steganografi:
a. Carrier file : file yang berisi pesan rahasia tersebut
b. Steganalysis : proses untuk mendeteksi keberadaanpesan rahasia dalam suatu file
c. Stego-medium : media yang digunakan untuk membawa pesan rahasia
d. Redundant bits : sebagian informasi yang terdapat di dalam file yang jika dihilangkan tidak akan menimbulakn kerusakan yang signifiakan (setidaknya bagi indera manusia)
e. Payload : informasi yang akan disembunyikan
Cara yang harus dilakukan saat menggunakan digital watermarking adalah menghapus file asli dari carrier file. Karena jika tidak bila dilakukan perbandingan dengan berbagai cara, perbedaan antara keduanya dapat diketahui sehingga pesan dapat diketahui oleh orang lain. Walaupun sekarang tanpa file asli beberapa jenis steganografi dapat diktahui, caa ini merupakan cara yang harus dilakukan untuk setidaknya mengurangi kemungkinan untuk dilakukannya perbandingan.
3. DIGITAL RIGHT MANAJEMEN (DMR)
DRM adalah suatu terminology yang melingkupi beberapa teknologi yang digunakan untuk menetapkan penjelasan pendahuluan akses kendali terhadap software, musik, film dan data digital lainnya. DRM menangani pendeskripsian, layering, analisis, valuasi, perdagangan dan pengawasan hak dalam segala macam aktivitas digital. Teknologi Keamanan dalam DRM Sebagai pengetahuan, berikut ini adalah beberapa teknologi keamanan yang berkaitan dengan DRM, diantaranya:Keamanan dan Integritas Fiturn, suatu Sistem Operasi Komputer, Right-Management Language, Enkripsi, Tandatangan Digital, Fingerprinting, dan teknologi “marking” lainnya. Digital Rights Management (DRM) adalah sebuah teknologi yang berkelas sehingga memungkinkan para pemegang hak cipta untuk mengontrol penggunaan media perangkat digital dari para pembajakan hak intelektual. Pemegang hak cipta biasanya berupa hak cipta perusahaan seperti musik, film, buku atau software. DRM digunakan untuk mengawasi bagaimana dokumen, seluruh program software digunakan.
berikut ini adalah beberapa teknologi keamanan yang berkaitan dengan DRM, diantaranya:
- Keamanan dan Integritas Fitur suatu Sistem Operasi Komputer
- Right- Management Language
- Enkripsi
- Tandatangan Digital
- Fingerprinting, dan teknologi “marking” lainnya

Dalam DRM, dikenal beberapa istilah umum sebagai berikut:
1). DRM Content : Yang dimaksud dengan DRM Content adalah konten yang telah ditransformasikan menjadi sebuah konten digital sesuai dengan spesifikasi DRM yang digunakan.
2). Rights adalah hak penggunaan sebuah DRM content. Rights bisa membatasi penggunaan konten dalam beberapa aspek seperti rentang waktu penggunaan dan jumlah penggunaan. Instansiasi dari rights dinamakan rights object.
3). DRM Agent adalah perangkat (bisa berupa hardware atau software) yang digunakan untuk menggunakan DRM content beserta rights yang bersesuaian Saat ini telah banyak pihak yang mengeluarkan spesifikasi DRM, beberapa diantaranya adalah:
• Microsoft DRM : DRM yang menangani proteksi konten digital dengan format yang dikeluarkan Microsoft, seperti WMA (Windows Media Audio).
• OMA-DRM (Open Mobile Alliance Digital Right Management) merupakan DRM yang dikhususkan penggunaannya untuk memproteksi konten digital pada perangkat mobile
4). MediaSnap DRM : merupakan salah satu DRM yang memiliki tujuan untuk melindungi dokumen PDF (portable document format)
5). SecretSeal DRM : DRM untuk memproteksi perangkat lunakdan arsip biner.
Tujuan DRM Tujuan umum dari DRM adalah Keamanan Pengiriman (Delivery Security) Konten Digital : Konten digital biasanya diterima oleh pihak yang telah membelinya melalui jalur yang tidak aman, seperti internet misalnya. Dalam internet, cukup besar kemungkinan data yang dikirimkan dipintas oleh pihak lain yang tidak mempunyai wewenang. Salah satu tujuan DRM adalah bagaimana konten digital yang dikirim bisa diterima hanya oleh orang yang berhak, dan dalam keadaan utuh sebagaimana kondisi pada saat awal pengiriman.
Strategi DRM Ada beberapa strategi DRM yang berbeda-beda, baik model atau efek bagi privacy penggunanya. Salah satu strategi yang biasa disebut persistent distribution, yakni melengkapi meta data DRM dengan konten digital dimana dalam transaksi dasar disebutkan di atas, bahwa setiap produk digital yang ada dalam situs distributor diformat hanya untuk penggunaan saja (bukan copy atau distribusi ulang) dan dapat digunakan dengan suatu program aplikasi persetujuan tertentu. Dan setiap aplikasi tersebut dapat menginterpretasikan metadata DRM distributor berikut kontennya. Setiap file yang didownload, termasuk di dalamnya konten berikut metadata yang menjelaskan mengenai hak-hak yang diterima oleh pengguna.
Aplikasi Kriptografi Enkripsi merupakan salah satu teknik yang paling banyak diterapkan dalam implementasi DRM. Cukup banyak variasi enkripsi yang digunakan dalam DRM untuk mewujudkan tujuan DRM yang telah dibahas diatas. Contoh penggunaan enkripsi paling sederhana adalah untuk keamanan pengiriman konten digital. Sebelum dikirim, konten dienkripsi dengan sebuah kunci Ck yang diketahui baik oleh pengirim maupun penerima. Algoritma enkripsi yang digunakan adalah algoritma enkripsi simetri. Algoritma enkripsi simetri tidak cukup jika kita ingin melakukan pengontrolan distribusi konten digital dengan DRM. Salah satu teknik yang bisa digunakan untuk mewujudkan itu adalah enkripsi kunci publik. Contoh implementasinya misalnya sebagai berikut.
- Setiap DRM Agent mempunyai pasangan kunci publik-privat yang unik satu sama lainnya.
- Seluruh kunci publik masing-masing DRM Agent tersebut diketahui oleh pihak pengiriman konten digital
- DRM Agent hanya bisa menerima konten digital dari pengirim konten digital, tidak bisa dari DRM Agent lain
- Ketika akan melakukan pengiriman konten, pengirim konten mengenkripsi konten terlebih dahulu dengan kunci publik DRM Agent yang dituju. DRM Agent kemudian melakukan dekripsi konten tersebut dengan kunci privat miliknya. 

4. SUMBER

Tidak ada komentar:

Posting Komentar